
Dalam era digital yang semakin pesat, penting bagi generasi muda untuk tidak hanya menguasai literasi digital, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang sains, sejarah, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan. Menyadari hal tersebut, SMA Sinar Dharma telah menginisiasi sebuah program kunjungan ke museum sebagai upaya untuk menyeimbangkan perkembangan kedua aspek tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik melalui eksplorasi sejarah Indonesia dan perkembangan sains, dengan tujuan akhir meningkatkan literasi budaya dan sains serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Selain itu, kunjungan museum ini merupakan rekomendasi dari rapor pendidikan dalam peningkatan literasi peserta didik SMA Sinar Dharma.
Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, SMA Sinar Dharma menyelenggarakan kunjungan ke Monumen Nasional (Monas), Museum Sumpah Pemuda, dan Museum FK UI (IMERI) pada tanggal 18 September 2024 dengan jumlah 167 peserta didik dan 14 guru pendamping. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik dapat meneladani semangat juang para pahlawan, serta memiliki pengetahuan yang cukup tentang tubuh manusia untuk menjaga kesehatan diri.
Museum Sumpah Pemuda

Melalui kunjungan ke Museum Sumpah Pemuda, SMA Sinar Dharma bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme dan meningkatkan literasi sejarah peserta didik. Dengan menyaksikan langsung koleksi foto, rekaman, dan bukti-bukti perjuangan para pemuda, diharapkan siswa dapat lebih memahami dan menghargai perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
IMER FK UI

Melalui kegiatan simulasi kehamilan di IMERI FK UI, peserta didik diajak untuk mengalami secara langsung pengalaman fisik dan emosional yang dialami oleh ibu hamil. Tujuannya adalah untuk meningkatkan empati dan pemahaman terhadap kondisi ibu hamil, sehingga dapat menghargai perjuangan mereka dalam melahirkan generasi penerus bangsa.
Monas

Kunjungan ke Monumen Nasional (Monas) dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi peserta didik SMA Sinar Dharma untuk memahami secara lebih mendalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Dengan mengamati diorama dan artefak bersejarah yang dipamerkan, peserta didik diharapkan dapat menghubungkan peristiwa sejarah dengan kehidupan nyata dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Kunjungan ke museum telah membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui pengalaman langsung, peserta didik SMA Sinar Dharma telah memperoleh pengetahuan baru, keterampilan berpikir kritis, dan rasa ingin tahu yang lebih besar. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut serta dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan yang inovatif dan menarik.
